FAKTA MENARIK SEPUTAR LOMBA PERINGATAN HUT RI SPENDUTA, NO 5 BIKIN KETAWA
Lomba sebagai bentuk peringatan HUT RI sudah menjadi hal biasa. Di desa-desa, komplek, bahkan sekolah, biasa mengadakan lomba untuk merayakan hari kemerdeaan Indonesia. Begitu pula dengan SMP Negeri 2 Talang. Ada sekitar tujuh lomba yang wajib diikuti setiap kelas, yakni lomba voli, estafet air dalam ember, pesan berantai, estafet melepas dan memakai kaos, memindahkan tali, lomba gerak jalan, dan karaoke. Namun, bukan hanya saat lomba saja yang menarik perhatian. Beberapa kejadiaan, baik sebelum lomba, saat lomda, dan setelah lomba pun sukses memancing tawa. Berikut adalah lima kejadian menarik yang berhasil diabadikan oleh bidikan kamera.
- Guru sebagai Role model

Guru sebagai role model dalam kelas mungkin sudah biasa. Namun apa jadinya jika guru menjadi role model di luar kelas apalagi untuk acara lomba? Auto bikin ketawa. Guna memeringati ulang tahun kemerdekaan republik indonesia, Spenduta (sebutan kece untuk SMP Negeri 2 Talang) mengadakan acara lomba selama empat hari penuh. Ada tujuh jenis perlombaan yang wajib diikuti oleh semua kelas dari kelas VII sampai kelas IX.
Memang hal biasa apabila suatu sekolah mengadakan lomba semacam ini, namun yang menarik adalah saat para guru dengan semangat melakukan demonstrasi tata cara lomba. Masing-masing guru yang mendapat mandat sebagai koordinator lomba secara bergilir menjadi role modelnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan saat lomba menharuskan duduk di tanah pun dilakukan tanpa malu seperti pada lomba estafet memindahkan air.
2. Basah-basahan, boleh lha ya?

Masih berkaitan dengan lomba estafet memindahkan air. Beberapa peserta dari kelas IX memanfaatkan lomba ini sebagai ajang ‘balas dendam’ pada teman satu regu. Seperti yang terjadi pada Haikal Ridho siswa kelas IX G yang mendapat apes harus basah-basahan akibat ulah temannya. Si pelaku seolah sengaja menumpahkan air dalam ember yang harusnya dioper kepada Ido (panggilan akrab Haikal). Bukannya minta maaf, teman satu regu Ido malah menghadiahinya dengan tawa menggelegar. Dasar bocah!
- Pocong-man

Hal menarik lainnya juga terjadi saat lomba gerak jalan. Ketika peserta lain hanya mengenakan pakaian olah raga biasa, maka peserta dari kelas IX C tampil beda dengan pasukan pocongnya. Total sepuluh siswa mewakili kelas IX C mengenakan kostum yang menyerupai hantu paling legend di negara Indonesia.
Berbekal sarung putih bersih dan selembar kain putih, kesepuluh siswa itu berubah menjadi pocong-man. Ditambah dengan riasan di sekitar mata, pasukan dari kelas IX C tersebut mampu menarik perhatian peserta lain. Tidak sampai di situ, mereka juga melakukan salam hormat ala pocong ketika memulai start. Mungkin untuk tahun selanjutnya, bukan hanya pocong tapi bisa juga kuntilanak dan sebangsanya.
- Fenomena ‘Cinta Luar Biasa’
Penyanyi pop Anmesh Kamaleng sepertinya perlu memberi apresiasi pada siswa Spenduta karena lagunya yang meng-influencer. Dari 21 peserta lomba karaoke yang diadakan pada hari Jumat, 16 Agustus 2019, demam Cinta Luar Biasa merambah pada masing-masing peserta. Ada sekitar 15 peserta yang menyanyikan lagu milik penyanyi asal Pulau Alor, NTT ini. Dari yang versi asli sampai versi koplo. Mungkin karena liriknya mudah diingat, jadi lagu ini jadi favorit peserta yang baru memasuki usia jatuh cinta.
Akan tetapi, mudah bukan berarti gampang dinyanyikan. Efek demam panggung sangat memengaruhi penampilan para peserta. Contohnya, banyak peserta tidak dapat menyesuaikan antara lirik dengan musik. Alhasil, kadang lirik lebih cepat dari musik atau sebaliknya.
- Dancing machine

Ingat dengan Caesar pada salah satu program Tr*nsTV? Ya! Lelaki yang terkenal akibat jogetannya itu rupanya punya penerus. Sebutlah Saprudin, siswa kelas VII C. Bakat dancing machine Saprudin baru diketahui saat lomba karaoke.
Bermula saat salah satu peserta menyanyikan lagu Cinta Luar Biasa versi koplo, Saprudin dengan pe-de-nya maju menjadi penari latar dadakan. Tingkah Saprudin ini lantas memunculkan rasa percaya diri penonton lain. Satu per satu siswa mulai maju dan ikut menari bersamaan dengan lagu Cinta Luar Biasa.
Tidak sampai di situ, Saprudin yang mendapat julukan dance machine Spenduta ini mendapat penghargaan sebagai penonton terbaik. Saat upacar peringatan HUT RI Ke 74, secara khusus siswa yang akrab dipanggil Udin ini diminta untuk menari mengikuti irama Jaran Goyang. Dengan luwes Saprudin menari sampai terjatuh dari podium. Beberapa guru memberi saweran sebagai bentuk apresiasi. (Irgi, Haikal, dan Irvatul)